Pilpres 2019, PDI-P bakal usung Jokowi-Ahok.

pilpres-2019-pdi-p-bakal-usung-jokowi-ahok

TVN24 Online – Para relawan dan pendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta no urut pemilihan dua, Basuki Thajaja Purnama atau Ahok- Djarot Saiful Hidayat terlihat meneriakan kata “Jokowi-Ahok” di depan Ketua Umum Partai demokrasi Perjuangan ( PDI-P ) Megawati Soekarnoputri.

Hal itu terjadi di saat Megawati tengah memberikan pengarahan kepada seluruh relawan di Rumah Lembang ( Rumah Pemenangan Ahok-Djarot ), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/3/17).

Didalam kesempatan itu, Megawati mengatakan bahwa Pemilihan Kepada Daerah ( Pilkada ) DKI 2017 merupakan kunci apabila ingin memenangkan Pilkada serentak pada 2018. Menurut Megawati, Pikada Serentak pada 2018 merupakan ajang untuk pemanasan sebelum menjelang Pilpres 2019.

“Jadi nanti kalau Jakarta menang, Insya Allah yang lain lainnya juga bisa mengikuti juga. tahun 2018 itu merupakan persiapan untuk pemilihan presiden loh”, ujar Megawati.

“Kalau dari sekarang saya boleh nanya dong”, ujar dia.

Tiba saja terdengar teriakan “Jokowi-Ahok ” yang saling bersahutan selama beberapa lama samapai akhirnya Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri meminta mereka untuk kembali tenang. Ahok yang terlihat berada di sebelah Megawati tanpak hanya tersenyum kecil menyaksikan hal itu.

he he he, ya sudah, tidak usah diteriak teriak. itu baru di 2019, ya deh saya sudah tahu. udah pokonya ya”, kata Megawati.

Ketua Umum Partai Demokrasi Perjuangan ( PDI-P ) Megawati Soekarnoputri juga menyebutkan bahwa keputusannya untuk mengusung Basuki Thajaja Purnama atau Ahok – Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI 2017 karena tidak memikirkan SARA.

Alasan itu yang diharapkan oleh megawati bisa disampaikan oleh seluruh relawan Ahok-Djarot kepada para calon pemilih selama kampanye Pilkada DKI 2017 putaran dua.

“Yang harus kita katakan kepada ibu ibu yang belum mengerti, sekarang ini kita bukan memilih pemimpin agama ya”, kata Megawati di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu ( 15/3/17 ).

Dirinya mengatakan para relawan harus dapat menyampaikan kepada semua pemilih, bahwa Pilkada merupakan ajang untuk memilih kepada pemerintahan dan bukan pemimpin agama.

“Kalau memang mau memilih pemimpin agama, monggo, silakan saja itu yang dari kyai, para sesepuh. itu urusannya dari NU, Muhammadiyah dan lainnya”, ujar Megawati.

Dirinya menilai Ahok sangat layak untuk dapat dipilih kembali menjadi kepala pemerintahan. karena kinerjanya yang sangat baik selama menjadi Gubernur.

Dirinya kemudian mencontoh kan kinerja Ahok yang mana saat ini banjir sudah cepat surut. karena hal itulah dirinya menilai Ahok sangat pantas untuk dapat dipilih kembali.

“Kenapa kita harus memilih orang baru ketimbang orang lama yang sudah benar benar sukses? kita harus kasih kesempatan bagi dirinya untuk dapat melanjutkan programnya. karena saya sendiri juga mengalami hal itu”, kata Megawati.(TVN24 Online)