PKS meradang, Fahri Hamzah tandatangani hak angket atas nama partai.

pks-meradang-fahri-hamzah-tandatangani-hak-angket-atas-nama-partai

TVN24 Online – Dukungan dari Fahri Hamzah terhadap usulan hal angket yang ditujukan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) dinilai sangat merugikan Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ).

Fahri Hamzah merupakan satu dari 26 orang anggota yang telah menandatangani usulan hak angket tersebut. Pada laman tanda tangan, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) RI, Fahri Hamzah telah menuliskan dirinya berasal dari Fraksi PKS.

Dirinya diketahui menjadi satu satunya anggota yang mengatasnamakan PKS yang telah mendukung hak angket tersebut.

“Kami sangat dirugikan,” kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid seusai acara makan bersama di sebuah rumah makan Padang yang terletak di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Minggu ( 30/4/17 ) malam.

Didalam acara makan bersama tersebut juga hadir Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Hidayat Nur Wahid juga menambahkan pihaknya sangat merasa di rugikan oleh langkah yang diambil oleh Fahri Hamzah, sebab Partai dan semua Fraksi dari PKS sudah dengan tegas menolak hak angket yang ditujukan kepada KPK.

Sikap tersebut sangat bertolak belakang dengan dukungan dari Fahri Hamzah. Menurutnya Fahri seharusnya mengatasnamakan diri pribadi dan bukan dari organisasi. Apalagi saat ini Fahri dianggap sudah tidak memiliki kewenangan lagi di organisasi PKS.

“Kalau dia tidak mempunyai kewenangan di oraganisasi dan organisasi memiliki sikap yang berbeda, kami sangat menolak hak angket tersebut, maka etika politiknya dia harus gentlement saja menyebut itu adalah saya secara pribadi,” ucap Wakil Ketua MPR RI itu.

“Dan dia tidak perlu menyebutkan nama fraksi karena fraksi tidak pernah mendelegasikan dia untuk menggunakan hak fraksi,” sambung dia.

Seperti diketahu usulan hak angket KPK telah disetujui didalam rapat paripurna DPR pada Jumat ( 28/4/17 ) lalu. Fahri Hamzah merupakan orang yang memegang kendali palu di sidang saat itu.

Didalam rapat paripurna DPR sempat diwarnai aksi walk out oleh sejumlah pihak yang menyesali pengambilan keputusan yang terkesan dilakukan secara sepihak tersebut.

Begitu juga dengan PKS, Hidayat menilai Fahri yang menjadi pimpinan rapat saat itu telah mengambil keputusan yang tidak mendengarkan aspirasi seluruh fraksi yang ada di DPR tak terkecuali PKS.

“Itu sangat jelas PKS belum diberikan waktu untuk bicara,” tuturnya.

Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa Fahri sudah bukan lagi merupakan anggota dari PKS dan Fraksi PKS. Oleh karena itu, pihaknya akan berembuk untuk segera membicarakan masalah ini.

“Kami akan berembuk di PKS karena yang sudah dilakukan bukan lagi merupakan keputusan dari Fraksi, bukan juga merupakan delegasian Fraksi dan merupakan sikap pribadi. Ya harusnya kalau dia pribadi tidak harus disebutkan dari Fraksi PKS,” tutup Hidayat.(TVN24 Online)