Resmi! Lukas Enembe Jadi Tahanan KPK di Rutan Pomdam Jaya Guntur

TVN24 Online — Lukas Enembe, Gubernur Papua nonaktif, kini resmi dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK di Pomdam Jaya Guntur.

Nantinya, Lukas akan ditahan selama 20 hari pertama hingga 30 Januari 2023 dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjeratnya.

Dikutip dari pantauan CNNIndonesia.com di Gedung Merah Putih KPK, pemeriksaan telah selesai dijalani Lukas pada pukul 21.40 WIB. Dia juga terlihat tidak ingin berbicara mengenai kasus yang menjeratnya.

“Baik-baik,” kata Lukas, usai awak media menanyakan pesan yang bersangkutan terhadap masyarakat Papua.

Diketahui, dalam proses penahanan Lukas ini juga turut disaksikan oleh sejumlah masyarakat Papua dengan pengawalan dari pihak kepolisian.

Sebelumnya, Lukas tiba di Gedung Merah Putih KPK dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, hari ini pukul 17.10 WIB.

Lukas dikawal oleh puluhan personel kepolisian, Brimob sampai tim Gegana bersenjata lengkap. Dia hanya menjalani pembantaran penahanan selama satu hari.

Lembaga antirasuah pun memproses hukum Lukas atas kasus dugaan suap dan gratifikasi. Di mana dia diduga telah menerima suap Rp1 miliar dari Direktur PT Tabi Bangun Papua (TBP) Rijatono Lakka terkait pengadaan proyek infrastruktur di Dinas PUTR Pemprov Papua. KPK pun juga sudah menahan Rijatono.

Dalam kasus ini, Lukas diduga telah menerima gratifikasi Rp10 miliar. Akan tetapi, KPK belum mengungkap pihak-pihak pemberi gratifikasi tersebut.

Atas perbuatannya tersebut, politikus Partai Demokrat itu disangkakan telah melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kini menunjuk Sekretaris Daerah Papua Mohammad Ridwan Rumasukun untuk menjadi Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Papua.

One thought on “Resmi! Lukas Enembe Jadi Tahanan KPK di Rutan Pomdam Jaya Guntur”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.