Saling Usir Diplomat, Ada Apa dengan Kanada-India??

TVN24 Online — Seorang diplomat Kanada di usir oleh India, beberapa jam setelah Ottawa juga melakukan tindakan yang sama pada diplomat India.

Diketahui aksi saling usir perwakilan negara masing-masing ini adalah buntut polemik kedua negara, setelah Kanada menuding India terlibat dalam pembunuhan seorang tokoh separatis Sikh.

“Keputusan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pemerintah India terhadap campur tangan diplomat Kanada dalam urusan internal kami,” sebagaimana pernyataan Kementerian Luar Negeri India, dikutip dari Reuters.

“Diplomat yang bersangkutan telah diminta untuk meninggalkan India dalam lima hari ke depan,” tambah bunyi pernyataan itu.

Pada awal minggu ini, Kanada mengungkapkan sedang “secara aktif mengejar tuduhan yang kredibel”  terkait dugaan keterlibatan agen pemerintah India, dengan kasus pembunuhan seorang pemimpin separatis Sikh di British Columbia pada Juni lalu.

Dalam pernyataannya, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, kepada House of Commons mengatakan keterlibatan pemerintah asing dalam pembunuhan WN Kanada merupakan pelanggaran kedaulatan yang tak bisa diterima.

“Badan keamanan Kanada secara aktif mengejar tuduhan yang kredibel tentang kemungkinan adanya hubungan antara agen pemerintah India dengan kematian Nijjar,” kata Trudeau.

Kasus Penembakan

Seperti diberitakan, seorang tokoh Sikh bernama Hardeep Singh Nijjar ditembak mati di depan kuil Sikh pada 18 Juni di Surrey, pinggiran kota Vancouver. Di mana populasi warga penganut Sikh terbesar di Kanada ada di kota tersebut.

Nijjar merupakan seorang pendukung Tanah Air Sikh dalam bentuk negara Khalistani yang merdeka. Dan semenjak Juli 2020, dia ditetapkan sebagai “teroris” oleh India.

Pada sela-sela KTT G20 di New Delhi pekan lalu, Trudeau sendiri sudah membicarakan kasus ini secara langsung dengan PM Narendra Modi. Di mana dia juga mendesak pemerintah India bekerja sama dalam menyelesaikan masalah ini.

“Kanada telah menyatakan keprihatinannya yang mendalam kepada para pejabat tinggi intelijen dan keamanan pemerintah India,” kata Trudeau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *