SHARP CORPORATION TEMUKAN TEKNOLOGI ION PLASMACLUSTER MAMPU KURANGI PENYEBARAN VIRUS CORONA

TVN24 Online — Sharp Corporation merupakan sebuah perusahaan multinasional yang menghasilkan berbagai macam produk elektronik. Sharp Corporation didirikan pada tahun 1912. Bermarkas di Osaka, Jepang. Perusahaan ini mempekerjakan sebanyak 56.000 pekerjanya pada tahun 2008.

Baru-baru ini Sharp Corporation mengungkap bahwa titer infeksi Virus Corona (SARS-CoV-2/Covid-19), termasuk strain varian yang terkandung dalam air liur (droplet) manusia dapat berkurang melalui Ion Plasmacluster.

Sharp Corporation telah menunjukkan bahwa titer infeksi virus corona baru (SARS-CoV-2) termasuk strain varian yang terkandung dalam air liur manusia dapat dikurangi lebih dari 99,4% dengan cara memaparkan / menyemburkan ion plasmacluster selama dua jam pada tingkat kelembaban di kisaran 60% (Relative Humidity), dimana angka ini merupakan kondisi yang direkomendasikan untuk melawan infeksi virus.

Informasi tersebut disampaikan PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (21/7).

Penelitian ini berhasil dilakukan di bawah pengawasan Profesor Hironori Yoshiyama dari Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Shimane (anggota Dewan Masyarakat Virologi Jepang), Profesor Shigeru Watanabe, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Meikai, dan Profesor Masashi Yamakawa, Departemen Teknik Mesin dan Sistem, Institut Teknologi Kyoto.

Menurut Hironori Yoshiyama untuk mencegah infeksi virus, penting untuk menjaga area ruangan pada tingkat kelembaban relatif sekitar 60% dengan humidifikasi, sehingga mampu mencegah mukosa saluran pernapasan manusia mengering, mempertahankan fungsi imun, dan untuk menekan efektivitas penyebaran virus.

Dari riset yang dilakukan Sharp Corporation ditemukan pula menunjukkan kemampuan Ion Plasmacluster untuk menekan varian virus strain yang dapat diterapkan pada varian-varian baru yang berpotensi untuk muncul di masa mendatang.

Secara umum cara penularan virus corona baru dibagi menjadi dua, yaitu penularan dengan melalui droplet yang kemudian menyebarkan virus di udara dan penularan kontak secara langsung oleh virus yang melekat pada permukaan sebuah benda.

Penelitian Sharp

Berdasarkan hal tersebut pada September 2020 lalu, Sharp melakukan penelitian untuk menguji tingkat keefektifan teknologi Plasmacluster dalam mengurangi SARS-CoV-2 di udara, dan kali ini, Sharp baru saja berhasil membuktikan keefektifan Ion Plasmacluster dalam mengurangi SARS-CoV-2 yang menempel pada permukaan benda.

Sharp melakukan beberapa penelitian terhadap partikel droplet dengan tingkat kelembaban yang berbeda, disimulasikan ke dalam area pada kehidupan sehari-hari.

Hasil dari simulasi kasus tersebut menunjukkan, ketika seseorang batuk di area ruangan dengan tingkat kelembaban berbeda, yaitu 30 persen dan 60 persen. Jumlah partikel droplet yang tersuspensi di udara di sekitar orang dengan tingkat kelembaban ruangan 60 persen terbukti jauh lebih sedikit.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan seseorang yang sedang berada dalam area ruangan dengan tingkat kelembaban 30 persen, droplet akan tetap melayang dan tersuspensi di udara. Berdasarkan dari hasil ini, Sharp menganggap penting untuk memverifikasi jika tingkat kelembaban 60 persen memiliki efek terhadap pengurangan jumlah droplet yang jatuh dan menempel pada permukaan.

Para peneliti berharap bahwa teknologi Plasmacluster mampu mengurangi risiko penularan virus di udara melalui tetesan droplet. Hal ini begitu penting dikarenakan droplet merupakan salah satu media penyebaran virus SARS-CoV-2 yang paling utama.

Hironori Yoshiyama berkata “Untuk mencegah infeksi virus, penting untuk menjaga area ruangan pada tingkat kelembaban relatif sekitar 60 persen dengan humidifikasi, sehingga mampu mencegah mukosa saluran pernapasan manusia mengering, mempertahankan fungsi imun, dan untuk menekan efektivitas penyebaran virus”.

Kedepannya, Sharp akan terus berkontribusi kepada masyarakat dengan melakukan berbagai macam penelitian lanjutan yang mengenai efektivitas teknologi Plasmacluster untuk mengatasi virus SARS-CoV-2.