Tersangka dalam Kasus ACT Belum Ditetapkan Bareskrim

TVN24 Online — Hingga kini, Bareskrim Polri belum menetapkan tersangka kasus dugaan penyelewengan dana Aksi Cepat Tanggap (ACT). Padahal, penyidik sudah melakukan pemeriksaan kepada 18 saksi semenjak Jumat (8/7).

“Sudah 18 orang saksi diperiksa,” ujar Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Kombes Andri Sudarmaji ketika dikonfirmasi, Selasa (19/7).

Dari 18 orang saksi yang sudah diperiksa, mereka di antaranya merupakan pendiri sekaligus mantan Presiden ACT Ahyudin dan Presiden ACT Ibnu Khajar.

Diketahui, Ahyudin dan Ibnu Khajar sudah diperiksa secara maraton oleh penyidik sejak Jumat (8/7) hingga Senin (18/7) kemarin.

Andri mengatakan, penyidik kembali menjadwalkan pemeriksaan kepada Ahyudin, pada Rabu (20/7), setelah penyidik selesai memeriksa Ibnu Khajar.

“Untuk Ibnu Khajar pemeriksaan sudah cukup, Ahyudin besok ada jadwal (pemeriksaan),” terangnya.

Penyidik Bareskrim juga telah memeriksa saksi-saksi lain, di antaranya Manajer PT Lion Mentari Ganjar Rahayu dan Sekretaris ACT periode 2009-2019 yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina ACT, Novariadi Imam Akbari.

Kemudian, ada Ketua Dewan Syariah Yayasan ACT Amir Faishol Fath dan Pengurus/Senior Vice President Operational Global Islamic Philantrophy Heryana Hermain.

Sampai pada hari ini, pemeriksaan kepada para saksi-saksi masih berlanjut. Saksi yang kembali dimintai keterangannya di siang ini adalah Hariyana Hermain dan Amir Faishol Fath.

Polri sendiri kini sedang mengusut dugaan penyelewengan dana CSR korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang dilakukan ACT. Kasus pun diketahui sudah naik ke tahap penyidikan.

Dalam kasus ini, Boeing menunjuk ACT sebagai pengelola dana sosial. Boeing telah memberikan dua santunan, yaitu uang tunai untuk para ahli waris masing-masing sebesar US$144.500 atau sebesar Rp2,06 miliar serta bantuan nontunai dalam bentuk CSR.

Mantan Presiden ACT Ahyudin menyebutkan, dana CSR itu dipakai untuk membangun fasilitas umum. Dia menilai, penggunaan dana masih berjalan sampai Januari lalu. Setelah itu, dia tidak tahu menahu sebab sudah tidak bekerja untuk ACT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *