Terungkap, Golongan Darah Pengaruhi Kekebalan Seseorang terhadap Covid-19

Terungkap, Golongan Darah Pengaruhi Kekebalan Seseorang terhadap Covid-19
TVN24 Online — Banyak bukti menunjukkan bahwa golongan darah memiliki hubungan dengan Covid-19. Golongan darah dapat berperan dalam risiko terinfeksi atau mengembangkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Namun hal tersebut bukan berarti setiap golongan darah lebih protektif atau lebih berbahaya terkait Covid-19. Dua studi tentang topik tersebut diterbitkan pekan ini di jurnal Blood Advances, yang dipublikasi dari American Society of Hematology.

Pertama, para peneliti di Denmark melihat kembali data pada 473.654 orang yang diuji Covid-19 dari Februari hingga Juli 2020. Sebagian besar hasilnya negatif dan hanya ada 7.422 orang yang kembali dinyatakan positif.

Para peneliti menemukan, golongan darah sebagai perbedaan utama potensial antara kedua kelompok.

“Golongan darah O secara signifikan dikaitkan dengan penurunan kerentanan terhadap infeksi SARS-CoV-2. Artinya bahwa orang dengan golongan darah O lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi,” tulis peneliti, melansir dari NBC News, pada Kamis (15/10/2020).

Sekadar informasi SARS-CoV-2 adalah virus penyebab Covid-19. Temuan penelitian ini terbatas karena informasi golongan darah hanya tersedia untuk 62 persen dari masyarakat yang dites. Selain itu, orang dengan golongan darah O juga dapat terinfeksi.

“Studi ini menyarankan jika Anda memiliki tipe darah O, Anda memiliki risiko yang sedikit lebih rendah. Tapi itu penurunan kecil,” kata dr. Roy Silverstein, ketua kedokteran di Medical College of Wisconsin.

Ia menambahkan, perbedaan golongan darah bukan berarti memiliki risiko nol persen. Selain itu dr. Silverstein, menyebut bahwa penelitian baru ini tidak akan mengubah cara dokter merawat pasien Covid-19.

“Mereka tidak akan memperlakukan seseorang yang datang ke rumah sakit dengan tipe O berbeda dari tipe A. Perbedaannya tidak terlalu besar,” lanjutnya.

Studi kedua yang lebih kecil dan diterbitkan pada pekan ini, juga mendukung temuan tersebut. Para peneliti di Kanada melihat data pada 95 pasien Covid-19 di Vancouver dari Februari hingga April.

Semuanya pasien mengalami sakit yang cukup parah dan dirawat di unit perawatan intensif. Peneliti menemukan perbedaan golongan darah. Kali ini, golongan darah tertentu tampaknya dikaitkan dengan hasil yang lebih buruk.

“Proporsi pasien Covid-19 yang lebih tinggi dengan golongan darah A atau AB membutuhkan ventilasi mekanis dan memiliki masa tinggal di ICU yang lebih lama dibandingkan dengan pasien dengan golongan darah O atau B,” tulis sang peneliti.  

Tipe A dan AB juga lebih cenderung membutuhkan jenis dialisis yang membantu ginjal menyaring darah tanpa terlalu banyak tekanan pada jantung. Ada peringatan penting untuk dipertimbangkan dari penelitian baru ini.

Tidak ada indikasi bahwa golongan darah apa pun benar-benar melindungi atau membuat pasien lebih menderita akibat Covid-19 yang parah. Pejabat kesehatan masyarakat mengatakan, orang dengan golongan darah apa pun perlu melakukan tindakan pencegahan yang sama.

Studi ini hanya menyarankan hubungan antara golongan darah dan hasil Covid-19, bukan sebab dan akibat. Namun, hubungan antara golongan darah dan tingkat keparahan penyakit tidak pernah terdengar.

Orang dengan golongan darah O, cenderung lebih sakit akibat kolera dibandingkan orang dengan golongan darah lain. Kolera adalah infeksi bakteri yang mempengaruhi usus kecil.

Silverstein menyebut studi lebih lanjut bisa mengarah pada pendekatan baru untuk pencegahan atau terapi.

“Tapi saat ini, tidak ada alasan untuk berpikir bahwa jika Anda bergolongan darah O, Anda terlindungi dari Covid-19,” tuntasnya.