Thailand Beri Sosialisasi Efek Gunakan Mariyuana

TVN24 Online — Larangan penggunaan ganja bagi sekolah diberikan oleh Kementerian Pendidikan (Kemendik) Thailand dengan mendeklarasikan sekolah bebas ganja setelah seorang siswa dilarikan ke rumah sakit dengan dugaan overdosis mariyuana.

Menteri Pendidikan Thailand, Trinuch Thienthonng mengungkapkan, nantinya setiap sekolah yang ada di bawah naungan kementeriannya akan mendeklarasikan zona bebas ganja. Kemendik juga akan memastikan pengajar dan murid memahami pro-kontra mengonsumsi ganja.

Oleh sebab itu, Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand akan mengadakan diskusi demi mendapat rincian lebih lanjut mengenai ganja serta potensi efek sampingnya. Hal ini termasuk ganja yang dipergunakan dalam produk bahan makanan, kue, roti, dan jus.

Selanjutnya, Trinuch juga menerangkan, Kantor Komisi Pendidikan Dasar (Obec) akan memberikan instruksi ke kantor-kantor di area layanan pendidikan untuk membatasi penggunaan ganja di sekolah secara ketat.

Aturan ini timbul setelah Trinicuh khawatir mengenai penggunaan ganja di kalangan siswa.

Kekhawatiran yang ada ini bukan tanpa sebab, karena ada empat orang termasuk siswa berusia 16 dan 17 tahun dilarikan ke rumah sakit setelah diduga overdosis ganja. Dan satu di antara mereka dilaporkan meninggal.

Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt juga mendukung adanya gerakan ini. Yang mana sebelumnya, ia mengatakan, sekolah yang ada di bawah naungan Administrasi Metropolitan Bangkok (BMA) bertanggung jawab memastikan murid memahami ganja lebih jauh.

Chadchart menuturkan, jika dirinya tidak memiliki maksud untuk menghambat kebijakan pemerintah, namun memastikan kesehatan dan keselamatan publik.

Sekretaris Kemenkes Thailand, Kiattiphum Waongrajit, menegaskan akan mempercepat mengeluarkan aturan pencegahan terkait ganja.

Menutur Kiattiphum, karena sejauh ini parlemen belum mengesahkan Undang-undang ganja dan rami, pemerintah dapat memberlakukan lebih banyak aturan yang mempertimbangkan pandangan Kemenkes.

Tak hanya itu, Kiattiphum juga menyinggung manfaat dari ganja untuk ekonomi. Di mana menurutnya, produk-produk dari tanaman ini dapat menambal finansial negara akibat gempuran Covid-19.

Di sini, dia juga mengingatkan dampak penggunaan mariyuana.

“Walaupun ganja sudah dicabut [dari daftar narkotika] tetap harus dikendalikan. Kami sudah mengeluarkan pemberitahuan yang membatasi orang agar tak mengisap, karena dapat memengaruhi kesehatan mental atau menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” terangnya.

Berdasarkan aturan yang ada, kadar senyawa psikoaktif dalam ganja tak boleh lebih dari 0,2 persen tetrahydrocannabinol (THC).

Seperti diketahui, Thailand meresmikan penggunaan ganja untuk keperluan medis dan bisnis tanggal 9 Juni lalu. Cara ini dipakai untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan ekonomi negara.

14 thoughts on “Thailand Beri Sosialisasi Efek Gunakan Mariyuana”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.