Tidak Semua Orang di China Akan Dapat Vaksin Corona, Ini Sebabnya…

Tidak Semua Orang di China Akan Dapat Vaksin Corona, Ini Sebabnya...

TVN24 Online — Tidak semua orang di China akan disuntik vaksin corona, menurut pejabat medis top negara itu. Beijing beralasan, mereka memprioritaskan pekerja garis depan dan populasi yang berisiko tinggi.

“Sejak gelombang pertama Covid-19 muncul di Wuhan, China sudah beberapa kali selamat dari dampak Covid-19,” kata Gao Fu direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China.

Ia mengucapkannya di sela-sela rapat vaksin di Shenzhen pada Sabtu (12/09/2020) menurut kantor berita China News Service yang dikelola pemerintah. Pertanyaan tentang memvaksinasi publik adalah salah satu dari menyeimbangkan “risiko dan manfaat,” tambahnya menunjuk pada faktor-faktor seperti biaya dan potensi efek samping.

Gao melanjutkan, saat ini tidak ada kebutuhan untuk vaksinasi massal, tapi bisa berubah jika terjadi wabah besar lainnya. Kebijakan yang ditempuh China ini berbeda dari banyak negara-negara Barat, juga Australia, yang berencana melakukan vaksinasi massal.

Penambahan kasus virus corona di “Negeri Panda” menurun dalam beberapa bulan terakhir, meski muncul klaster-klaster baru. Di Jilin misalnya pada Mei, di Beijing bulan depannya, lalu di Urumqi ibu kota Xinjiang pada Juli.

Pemerintah langsung me-lockdown wilayah itu dan melakukan pengujian massal, sehingga wabah dapat diatasi dalam beberapa minggu. Gao menerangkan, cepatnya penanganan itu sebagai bukti China efektif dalam membendung penyebaran virus corona.

“Fakta membuktikan kami memiliki beberapa senjata ajaib untuk menanggapi epidemi,” ujarnya menurut China News Service yang dikutip CNN.

Ia menambahkan, setiap calon vaksin nanti akan diprioritaskan bagi pekerja di garis depan penanganan wabah, seperti pekerja medis, warga China yang bekerja di negara-negara hotspots Covid-19, lalu orang-orang yang bekerja di keramaian dan berisiko tinggi seperti restoran, sekolah, dan layanan kebersihan.

Pada Sabtu (12/9/2020) Komisi Kesehatan Nasional China hanya mencatat 10 kasus baru yang dikonfirmasi dengan gejala, dan semuanya impor dari luar negeri. Mereka juga melaporkan 70 kasus OTG (Orang Tanpa Gejala) yang dihitung secara terpisah, dan semuanya juga impor.