Tradisi Nepal Yang Membunuh Wanita Ketika Menstruasi

Tvn 24 Online – Setiap musim salju di Nepal, banyak wanita muda yang sekarat karena mitos tentang menstruasi yang mematikan.

Tradisi di negara tersebut mengatakan bahwa setiap wanita yang mengalami haid harus diusir ke luar rumah. Mungkin ke kandang sapi untuk sementara, tidak peduli seberapa dingin udara di luar atau seberapa berbahayanya tinggal di luar tanpa perlindungan. Ini sudah menjadi ritual yang diyakini untuk melindungi kemurnian desa selama berabad-abad.

Tapi, musim dingin ini, Nepal sudah memenjarakan saudara ipar seorang wanita yang meninggal di gudang distrik terpencil. Banyak warga Nepal yang terganggu oleh kematiannya. Satu surat kabar menyebut tabu ini merupakan hal yang memalukan Nepal sebagai sebuah negara.

Aktivis HAM sudah mendesak pihak berwenang untuk menegakkan undang-undang. UU berlaku tahun 2018 ini menyatakan bahwa negara akan menghukum anggota keluarga yang mengasingkan wanita yang menstruasi dari rumah mereka. Tetap saja, penduduk desa terus melakukan hal itu. Banyak penduduk di Achham kesal karena orang tersebut dipenjarakan.

“Polisi hanya menambahkan rasa sakit kami,” ujar Krishna Budha, kepala desa dimana wanita tersebut meninggal.

Tetapi, otoritas tinggi Nepal melakukan intervensi. Mereka mengarahkan petugas polisi untuk melakukan penangkapan. Investigasi sedang berlangsung.

Dalam beberapa minggu terakhir, pemerintah Nepal sudah mempublikasikan aturan untuk memotong bantuan pemerintah untuk keluarga yang tidak memati undang-undang melarang budaya tersebut.

Baca Juga: Politikus India Sengar Terbukti Memperkosa Gadis Remaja

Budaya ini disebut chhaupadi di Nepal. Kata ini memiliki arti: seseorang yang memiliki kenajisan. Wanita yang sedang menstruasi dianggap “tercemar”, bahkan “beracun”. Sejak berabad-abad lalu, masyarakat Nepal diajari bahwa melakukan kontak dengan wanita yang sedang menstruasi akan membawa petaka.

Tradisi ini sudah berkembang terlalu lama. Pembangunan gubuk terpisah bagi perempuan yang sedang menstruasi pun sudah dilakukan beberapa tahun silam. Gubuk itu memiliki luas seperti lemari kecil dengan dinding yang terbuat dari lumpur dan batu. Setiap tahun, paling sedikit ada sayu wanita yang meninggal di gubuk akibat menghirup asap, digigit ular, atau pun hiportemia karena kedinginan.