Usir Tim Vaksinasi, Warga Aceh Barat Daya Obrak-abrik Meja

TVN24 Online — Petugas vaksinasi Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya, diusir paksa oleh ratusan warga yang berada di PPI Ujung Serangga Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, Selasa (28/9/2021) pagi.

Tidak hanya mengusir, warga juga merusak dokumen dan alat yang dibawa vaksinator. Hal ini dikarenakan mereka menolak untuk divaksin sebab sedang beraktivitas.

Peristiwa ini terjadi ketika petugas vaksinasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat Daya menjadwalkan kegiatan vaksinasi untuk warga dan pedagang yang berada di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI), Ujong Serangga, Susoh.

Setelah semua berkas disiapkan, petugas pun meminta pedagang dan warga yang melintasi kawasan tersebut untuk mau divaksin.

Namun, warga sekitar mengatakan jika petugas vaksin memaksa warga dengan menyita KTP mereka yang belum divaksin.

“Mereka (petugas vaksin) datang lalu bertanya ke kita sudah vaksin apa belum? Jika belum harus divaksin kalau tidak mau KTP ditahan,” jelas Ilham, salah seorang warga.

Karena adanya unsur pemaksaan, warga kemudian berbondong-bondong mendatangi gerai vaksinasi tersebut. Kemudian, mereka juga mempertanyakan kenapa harus ada unsur pemaksaan dalam vaksinasi. Para pedagang yang berada di PPI lalu berteriak jika mereka tidak mau divaksin.

Hadirnya para petugas vaksin juga dinilai membuat warga tidak mau ke PPI untuk berbelanja ikan, sebab petugas akan memberhentikan mereka dan ditanya apakah sudah divaksin atau belum.

“Karena ada pemaksaan itu warga menjadi kesal dan marah, lalu mereka mendatangi lokasi vaksinasi,” imbuhnya.

Kemarahan Warga

Karena kemarahan warga, mereka lantas mengusir petugas vaksin dari lokasi dan kemudian mengobrak-abrik meja petugas vaksin serta menghancurkan barang-barang yang ada di atas meja.

Para petugas vaksinasi pun akhirnya memilih untuk meninggalkan lokasi dan pergi ke Polres Aceh Barat Daya untuk mencari perlindungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya Safliati membantah jika pihaknya melakukan pemaksaan terhadap warga. Dia menjelaskan, sebelum mengajak warga, petugas sudah terlebih dahulu melakukan sosialisasi.

“Kita hanya minta warga yang bisa untuk bersedia divaksin,” katanya.

Akibat kejadian itu, sebanyak 30 vial dosis vaksin rusak.