UU Pilkada disahkan, Waketum Gerindra Arief : Ini settingan Jokowi sendiri

UU-Pilkada-disahkan-Waketum-Gerindra-Arief-Ini-settingan-Jokowi-sendiri

TVN24 Online – DPR telah mengesahkan Undang-Undang Pilkada meski terdapat sejumlah fraksi yang memutuskan melakukan walk out ( WO ). Salah satu fraksi yang melakukan WO adalah partai Gerindra. Dibalik penolakan Gerindra terhadap presidential threshold atau ambang batas capres. Gerindra khawatir dengan sang Ketua Umum, Prabowo Subianto yang akan menemui kesulitan nyapres.

UU Pemilu yang telah disahkan di DPR memuat ambang batas capres 20-25 persen. Maksudnya adalah 20 persen perolehan kursi di DPR serta 25 persen perolehan suara nasional dalam pemilu.

Gerindra bersama sejumlah partai lain termasuk Partai Demokrat tetap bersikukuh agar ambang batas capres dihilangkan atau 0 persen. Hal itu lantaran Partai Gerindra khawatir Prabowo akan gagal nyapres kembali karena syarat yang cukup besar tersebut meskipun didalam pemilu 2014 menggunakan syarat yang sama.

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menuding pemerintah menginginkan presidential threshold adalah sebesar 20-25 persen karena ingin Presiden Jokowi tidak terhalang pada Pilpres 2019 mendatang. Dengan angka tersebut, dirinya mengatakan hanya ada satu capres di 2019 nanti yaitu Jokowi.

“PT sebesar 20 persen memang merupakan settingan dari Jokowi sendiri. Kemungkinan akan memiliki calon tunggal,” ujar Arief , Jumat ( 21/7/17 ) malam.

Arief menjelaskan, Gerindra akan kesulitan didalam memenuhi angka 20 persen bila ingin mengajukan Prabowo sebagai Capres. Untuk saat ini, partai yang paling mungkin untuk berkoalisi dengan Gerindra adalah PKS. Bila digabungkan untuk perolehan kursi di DPR, dua partai ini tidak bisa memenuhi batas minimal.

Baca : Bakal digusur, wagar Kampung Walang minta perlindungan ke Anies

Sementara untuk partai Demokrat, Arief mengatakan akan cukup sulit diajak berkoalisi dengan Gerindra. Mengingat dinginnya hubungan Prabowo dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Lalu untuk partai PAN sendiri, meskipun telah ada di koalisi pemerintah, namun kedekatannya dengan Demokrat tidak terbantahkan.

“Kadang didalam perhelatan pemilihan kepala daerah atau Pilpres. Partai Demokrat tidak mau ikut kita, mungkin karena SBY dan Pak Prabowo tidak mau bersatu. Pilpres 2014 tidak ke kita,” ujar Arief.

Dirinya mengkalkulasikan jumlah kursi yang ada di DPR. Gerindra baru bisa mengajukan capres bila berkoalisi bersama PKS dan PAN. Dan untuk Demokrat, Arief tampaknya pesimis dapat melakukan koalisi.

“Kalau kita cuma sama PKS, kalau 20 persen tidak cukup. Jika ditambah dengan PAN kita akan cukup. PKS tidak sampai 7 persen hanya 5.5 persen kalau tidak salah. Gerindra 12 persen dan PAN 7 persen, Demokrat 10 persen. Tidak cukup juga itu kalau Demokrat dan PAN berdua saja. Kalau berempat berati cukup tapi belum tentu sama paltformnya,” terangnya.

Gerindra juga menyebut ngototnya pemerintah di angka 20-25 persen untuk ambang batas capres karena memang Jokowi tidak mau ada lawan. Apalagi bila Jokowi harus bertemu kembali dengan Prabowo seperti di Pilpres 2014 lalu.

“PT didorong untuk melahirkan calon tunggal saja. Saya pesimis di MK ada rakyat yang mengunggat UU Pemilu. Parpol tidak boleh menggugat karena ada perwakilan disana ( DPR ). Saya tidak akan yakin diterima kalau rakyar mau gugat,” sebut Arief.

Menurutnya, Pemilu 2019 akan menjadi pertarungan yang panas. Menuding pemerintah hanya ingin menghadirkan calon tunggal saja yakni Jokowi. Arief juga ingin mengkampanyekan untuk pemboikotan terhadap Pemilu.

“Harus dikampanyekan boikot pemilu. PT sebesar 20 persen merusak demokrasi. Rawan dengan mahar politik dan tidak ada makan siang gratis, sama seperti Pilkada apalagi Pilpres,” tukasnya.

Seperti diketahui UU Pemilu telah sah diundangkan hanya dengan menghadirkan 6 fraksi saat sidang paripurna kemarin. Hanya fraksi yang menjadi pendukung pemerintah yang mengambil keputusan. Meskipun demikian, Pan yang masuk kedalam koalisi memutuskan melakukan WO bersama dengan Gerindra, PKS dan Demokrat. ( TVN24 Online )