Vonis Hukuman Mati di Jatuhkan kepada Pria Rohingya, Ada Apa Sebenarnya?

Pria-Rohingya-divonis-hukuman-mati-karena-menyerang-pos-polisi-myanmar

Yangon TVN24 – Seorang Pria asal Rohingya yang bernama Mamahdnu Aka Aula telah mendapat keputusan dari Pihak Otoritas Pemerintahan Myanmar dengan dijatuhi sanksi berupa vonis hukuman mati . Vonis ini dilayangkan  karena Pria Rohingya tersebut telah melakukan aksi tindakan dengan menyerang pos polisi yang berada di perbatasan sehingga hal ini menimbulkan terjadinya yang namanya target operasi secara besar-besaran pada negara bagian Rakhine, yang umumnya didiami oleh para kaum Rohingya.

Dari Aksi Insiden tersebut diketahui bahwa banyak jumlah korban yang tewas dan diprediksikan banyak dari puluhan ribu orang kaum Rohingya yang telah melarikan diri ke wilayah Bangladesh. Adapun dimulainya operasi pembersihan ini sudah dilakukansejak Oktober 2016. Tujuan dari dilakukannya operasi tersebut adalah untuk menemukan para pelaku yang telah melakukan tindak penyerangan terhadap pos kepolisian yang mana dari aksi penyerangan itu setidaknya telah menewaskan sekuranganya 9 polisi asal Myanmar.

Pihak dari Kepala Kepolisian Sittwe, Yan Naing Lett menuturkan bahwa telah diputuskannya oleh pihak pengadilan setempat dalam menjatuhkan vonis hukuman mati yang akan dijalankan oleh pemimpin penyerangan pos polisi itu. Penyerangan tersebut terjadi pada perbatasan Kotankauk.  Yan Naing juga mengatakan vonis hukuman itu telah dilayangkan pada Jumat yang lalu (10/02/2017).

“Pria itu dijatuhi hukuman mati pada tanggal 10 Februari yang dibacakan keputusannya di pengadilan Sittwe ata dakwaan dimana telah melakukan pembunuhan yang didasariunsur kesengajaan”. Imbuh Yan Naing.

“Dirinya diduga telah melakukan upaya penyerangan serta telah menjadi salah satu peminpin penyerangan. Dan Bukan hanya itu saja, diketahui pula Pimpinan tersebut telah merencanakan aksi penyerangan bersama pihak dakwaan lain, Dia juga termasuk didalam 14 orang anggota pelaku lainnya yang melakukan penyerangan di Sittwe”. dan Sittwe Sendiri merupakan ibu kota dari negara bagian Rakhine”.Ungkap Yang Naing

Untuk Pelaksanaan Hukuman mati itu sampai saat ini tidak disebutkan secara rinci  kapan rencana pastinya tanggal dari eksekusi tersebut, Dan untuk 13 terdakwa sisa lainnya yang juga telah ditangkap dan disidangkan, belum bisa diketahui juga kapan akan dijatuhi vonis hukuman”. tutur Yan Naing.

Diluar dari itu, Salah Satu Pemimpin Organisasi kemanusiaan Yakni Than Tun yang menjalankan operasioanl di Rakhine juga telah membetulkan atas informasi vonis hukuman mati tersebut. Ya,Memang benar Mamahdnu adalah orang pertama yang akan menjalankan hukuman mati dimana terkait aksi dirinya dalam melakukan upaya pembunuhan”. ucap Than

Diketahui bawa sebelummnya ratusan militan dari Rohingya telah melakukan penyerangan pada 3 pos polisi yang berbeda di perbatasan dari Bangladesh.

Dalam Laporan yang dihimpun dari pusat PBB ditemukan bahwa ada aksi tentara serta polisi Myanmar yang telah ikut juga dalam melakukan pembunuhan massal serta melakukan tindak pelecehan seksual dengan memperkosa para wanita Rohingya yang ada di Rakhine secara bergilir.  Mendengar hal tersebut, pihak Pimpinan Myanmar langsung membantah pernyataan itu dengan mengatakan bahwa pihak mereka tentunya akan mencari tau serta menyelidiki kembali laporan dari PBB.