WHO Sebut Anak Muda Juga Berisiko Terinfeksi Virus Corona

WHO Sebut Anak Muda Juga Berisiko Terinfeksi Virus Corona
TVN24 Online — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa lonjakan penularan virus corona di sejumlah negara didorong oleh anak muda yang mulai bosan menjalani penguncian wilayah (lockdown).

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan sikap acuh anak muda justru membuat penularan virus corona semakin mudah. Selain orang tua, anak mudah sebenarnya juga berisiko terinfeksi Covid-19.

“Meskipun orang tua berisiki lebih tinggi terkena penyakit parah, orang yang lebih muda juga berisiko. Salah satu tantangan yang kami hadapi adalah meyakinkan anak muda tentang risiko ini (tertular virus corona),” ujar Tedros dalam pengarahan media di Jenewa, Swiss, pada Kamis (30/07/2020) seperti mengutip AFP.

Ia mengatakan ucapannya itu mengacu pada fakta bahwa di beberapa negara lonjakan kasus dipicu oleh sikap acuh anak muda terhadap penularan virus di tempat publik.

Menurutnya, di beberapa negara anak muda mulai bepergian ke tempat publik untuk menghabiskan liburan musim panas dan mengacuhkan protokol kesehatan.

“Kami telah mengatakan sebelumnya dan kami akan mengatakannya lagi: anak muda juga tidak bisa luput dari virus. Anak muda juga bisa terinfeksi, bisa mati, dan bisa menularkan virus kepada orang lain,” ucapnya.

Pimpinan teknis WHO untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove menegaskan bahwa anak muda harus melakukan pencegahan dan menghalau risiko dari diri sendiri.

Ia secara khusus menyesalkan pembukaan kembali klab malam di sejumlah negara yang justru memicu kemunculan klaster baru virus corona.

“Apa yang kita ketahui tentang anak muda adalah bahwa mereka dapat terinfeksi, dapat menularkan virus kepada orang lain, mayoritas anak muda yang terinfeksi cenderung memiliki gejala lebih ringan, tetapi itu tidak selalu konsisten,” ujar Kerkhove.

“Kami tahun kalau anak muda juga bisa mengidap penyakit yang lebih parah. Kami tahu bahwa anak muda dapat berakhir di ICU dan kami juga tahu bahwa anak muda bisa mati,” katanya menambahkan.

Kerkhove mengatakan tim WHO saat ini telah belajar lebih banyak tentang efek jangka panjang Covid-19, bahkan pada kelompok usia yang memiliki gejala ringan

Data statistik John Hopkins University mencatat hingga kini ada 17.116.702 kasus virus corona di seluruh dunia. Angka kematian akibat Covid-19 mencapai 668.949 jiwa.